Aug 8 2009

BAHASA INDONESIA, PENUTURNYA, DAN SUMPAH PEMUDA 1928

Karuan timbul rasa masygul, jangan-jangan ikrar pemuda pada 1928 sekarang ini melaju ke prayojana baru: satu nusa satu bangsa dua languages. (Remy Sylado)

Perkenankan saya kutip sepenggal kalimat yang maktub dalam Tajuk Rencana KOMPAS, terbitan Sabtu, 25 Oktober 2008, yang berjudul Martabat Bahasa Indonesia: “[j]angan-jangan yang bisa kita banggakan tinggal ‘berbahasa yang satu, bahasa Indonesia’; dua lainnya terpuruk.” Kalimat yang tertuang dalam paragraf kedua dari Tajuk Rencana tersebut berkaitan dengan peri keprihatinan kita (KOMPAS?) terhadap terpuruknya dua butir pertama Sumpah Pemuda 1928, dan (seakan-akan) dengan legawa menyatakan bahwa, setidaknya, butir terakhir, yaitu butir tentang bahasa persatuan, masih tersisa untuk “dibanggakan”. Continue reading


Aug 8 2009

Obamakadabra!

Bagaimanapun, bagi negara yang kepalang dirasuki ruh digdaya Amerika Serikat (AS), sulit menyangkal bahwa AS adalah negara adidaya-adidibya, yang rekam-jejak pengaruhnya bercipratan dimana-mana. Pengaruh AS sudah menulang-sumsum di banyak tempat, sehingga peristiwa yang terjadi di sana, baik yang politik, ekonomi, keamanan, dan budaya, dapat menyulap diri (dengan masuk akal) menjadi seonggok cempedak yang getahnya meluber ke seluruh ‘dunia’. Continue reading